Selasa, 06 Desember 2011

puisi puisi


BANGUN
ku tak tahu mataku ini akan berbinar disaat pagi
Aku tak tahu akan langkahku yang kuterjang hari ini
Aku pun tak ta            hu kapan diri ini akan berpulang
Aku tak tahu kapan mata ini akan tertutup
Saat pagikah, atau malam bersama nafas mimpi berhembus
Tak tahu, tak tahu, dimana kah aku harus mencari jawaban
Wahai hati yang lalai….semua telah tertulis
Wahai bibir yang tajam….semua telah tergaris
Wahai tangan yang bertindak…semua telah terikrar
Wahai kaki yang beranjak…semua telah terkabar
Dimasa nafas fitrah sebelum kau diturunkan dibumi
Semua telah ditetapkan oleh sang Kholik
Sekarang mau apa kau..???
Wahai hati, kaki, bibir, dan pikir
Terdiamlah dalam sadar

TEGAP
Fajar merekah indah
Saat kaki beranjak
Datang walau serpihan duka
Terbungkus dalam azamku
Tekatku, gapaiku, ikhtiarku tak henti
Bentangan buih tajam bagai jarum tiap lantun kaki
Tepiskan jutaan harap, namun tetap tegap
Kasih abadi kan tetap menerpa
Menyapa tiap insan yang tak pernah putus asa




USAI
Mencintai….
Pelangi bergejolak dihati
Tak peduli serupa, sepadan, atau sama
Bahkan jauh lebih hina
Mataku, telingaku, tanganku menyentuhmu
Pikirku, rasaku, hatiku memelukmu
Sambar petir….melejit langit….
Terhenti ganas pada sepasang asa
Tambah lemah, cucuran itu mengalir
Kau dan aku tak bersua
Usai sudah………..

KHILAF MAAF
LangitMu megah
pelangiMu indah
naungi sanubari dibalik diri
tanami hati…dzikirku melantun
Kau  tersenyum
AwanMu muram
malamMu kelam
singgahi nurani dibalik asa
tumbuhi hati…dzikirku melemah
Kau tak tengok
Aku mendongak…sujud simpuh
Tangan menengadah…khilaf dan maaf





Janji-Mu

Lukisan langit hitam merona
Kerling itu tak nampak ada
Nafas insan terbuai mimpi
Parade binatang malam meninggi
Aku sepi…….

            Rautku basah oleh air suci
Berbagai guratan merona semu terlihat
Berlapis harap terukir
Kini aku berharap, aku berucap
Kini pintaku melata, aku percaya

Hari demi hari…
ku nanti bukan karena dengki
Ku tunggu bukan karen nafsu
Tapi ku nanti karena aku imani
Semua kalamMu


            Masih Ada

Dalam cercahku yg bersyair
Dalam pikirku yg mulai merindu
Saat bintang kehidupan jauh
Langit nmpak gelap oleh mendung yng kian mendesah
Diantara kelam itu masih ada setitik iman yang mengalir disanubari…Kuatku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar